Bruder Gabriel Sahabat Dalam Perjalanan

 “Bertahan untuk berjuang dan berjuang untuk bertahan”

By: Br. Rafin J, FSF


Refleksi Sederhana 

    Hampir lima tahun saya sudah berada di dalam komunitas ini, Komunitas yang sering dikenal sebagai Komunitas Bruder Keluarga Kudus, Yang menjunjung tinggi kehidupan komunitas untuk membangun persaudaraan yang lebih erat. Kurang lebih lima tahun berlalu, banyak kisah dan cerita yang terlewati, banyak persimpangan yang memberi rumus yang cukup sulit terlewati, tantangan yang tidak tehitung, sudah pernah mengisi dan hadir dalam perjalanan panggilan ini. Aku mengatakan perjalanan ini layaknya sebuah perjalanan menuju bukit tengkorak. Harus melewati berbagai tantangan dan kesulitan untuk dapat mengibarkan bendera kemengan dan kebahagiaan. Perjalanan ini juga seperti perziarahan Israel menuju tanah terjanji. Melewati padang gurun yang panas tanpa hujan dan tempat untuk berteduh yang sulit demi meminum susu dan merasakan nikmatnya madu ditanah terjanji. 

    Dari sekian tantangan dan kesulitan yang pernah dihadapai, Jurang yang mampu untuk dilewati, bahkan bukit terjal dalam perjalanan ini selama kurang lebih lima tahun, banyak pelajaran yang berharga dari setiap langkah dan embusan nafas. Mungkin kata-kata yang indah yang harus disematkan disetiap kali melangkah adalah “Bertahan untuk berjuang dan berjuang untuk bertahan”. Karena perjalanan ini sudah terlanjur indah dan mengesankan. Inilah yang terjadi sekarang setelah lima tahun berlalu. Saya telah melewati berbagai kesulitan, tapi itu mungkin belum seberapa. Masih banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi, rumus persimpangan baru yang sudah ada di depan sana dan keraguan yang akan menggelantung seiring kaki melangkah. 

    Apakah perjalanan dan kisah ini akan terus berlanjut? Apakah rumus-rumus sulit didepan sana mampu dipecahkan? Apakah saya siap untuk menghadapi tantangan dan kesulitan yang baru? Atau moto “berjuang untuk bertahan dan bertahan untuk berjuang” akan terkikis bersama setiap jejak yang terlukis disetiap waktu? Apakah saya masih kuat untuk melangkah lagi setelah melewati perziarahan yang panjang yang sampai saat ini belum menemukan titik akhir? Ini adalah pertanyaan yang bergelantung yang siap saya jawab dengan kisah dan perjalanan selanjutnya.  

    Pada dasarnya jika “pekerjaan ini berasal dari Tuhan maka ia akan bertahan Tapi jika berasal dariku makan akan mati”. Inilah kata-kata Bruder Gabriel Taborin ketika dia menghadapi banyak kesulitan pada awal pendirian Komunitas Bruder Keluarga Kudus. Kata-kata ini pulahlah yang menjadi landasan bagi saya dan bagi setiap anggota komunitas Bruder keluarga Kudus. 

    Saya berharap saya akan mampu untuk memecahkan rumus-rumus selanjutnya, kesulitan dan tantangan, jurang dan persimpangan yang akan terlihat ketika saya melangkahkan kakiku kedepan. Pelajaran yang sudah didapat selama lima tahun akan menjadi penuntun untuk perjalanan selanjutnya.  

    Kehidupan lima tahun merupakan kehidupan yang sudah terlanjur indah dengan kisah dan cerita yang tercatat. Pada saat ini kata terus berjuang merupakan kata yang yang harus tersemat pada awal kisah dan cerita. Saya berada di sini, dikomunitas ini adalah sesuatu yang sangat berharga, karena pada akhirnya setelah semuanya terlewati dengan berbagai kisah yang pahit akan ada kisah terindah yang menanti di depan sana. 

    Komunitas ini telah mengajarkan banyak hal selain kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi saya belajar bagaimana menjadi seorang bruder yang baik dengan bercermin pada Keluaga Kudus yang menjadi landasan bagi setiap Bruder ketika masuk di dalam Komunitas ini. Kesederhanaan keluarga Kudus mengajarkan bagaimana para bruder harus siap untuk hidup dengan semangat yang sama yang dihidupi oleh keluarga Kudus di rumah Nazareth. Oleh karena itu kehidupan didalam komunitas ini merupakan sebuah perjalanan yang indah dan sangat mengesankan. Lima tahun berlalu selain berbagai persimpangan yang penuh dengan rumusan yang sulit ada keindahan yang paling indah yang membuat saya masih berada di sini pada saat ini. Saya ingin menikmati kesulitan dan tantangan berikutnya untuk menikmati keindahan yang paling indah yang akan nampak setelah tirai kesulitan dibuka dengan perjuangan yang tak henti.

Bruder Gabriel Taborin (Pendiri tanpa gelar Imam)

Perjalanan Bruder Gabriel Taborin dalam menyukseskan pendirian Komunitas Bruder Keluarga Kudus (FSF) bukan merupakan sebuah perjalanan yang mudah, tapi sebuah perjalanan yang melewati proses yang sulit. Pendirian komunitas ini tidak terlepas dari berbagai tantangan yang bahkan pernah membuat Bruder Gabriel Taborin hanya bisa pasrah dan berserah kepada Tuhan. Di tahun-tahun awal pendirian, kesulitan dan tantangan yang paling besar sangat dirasakan. Tapi karena tekat dan ketekunan yang sangat luar biasa dari diri Bruder Gabriel sehingga semua tantangan dan kesulitan dapat diatasi.

Ada yang sangat luar biasa dari pribadi Bruder Gabriel Taborin yang menjadi contoh bagi Gereja Katolik pada masa itu dan juga sekarang. Bruder Gabriel merupakan seorang pendiri yang merupakan seorang Bruder, bukan Imam dan bukan uskup. Kebanyakan komunitas religious dalam kehidupan Gereja Katolik didirikan oleh Imam atau oleh Uskup. Namun pendirian Komunitas Bruder keluarga Kudus adalah sebua pendirian yang sangat istimewa dalam kehidupan Gereja katolik. Ini merupakan sebuah kebanggaan besar bagi para anggota Komunitas Bruder Keluarga Kudus.

Kalau kita coba melihat sejarah perjalanan Bruder Gabriel Taborin, di sana ada berbagai pengalaman yang menarik. Dan salah satu pengalaman yang paling indah adalah bagaimana dia pada waktu mudah tidak ingin untuk masuk dalam seminari untuk menjadi seorang Imam seperti harapan kedua orang tuannya. Dia lebih memilih menjadi seorang Religius. Kita tahu pada waktu itu bahkan juga sekarang dalam kehidupan Gereja Katolik menjadi seorang imam merupakan salah satu hal yang sangat dibanggakan. Bahkan ada yang beranggapan bahwa ketika seorang anak laki-laki dalam keluarga ada yang menjadi Imam maka akan mengangkat derajat orang tua dan keluarga. Imam dalam kehidupan Gereja Katolik menduduki tempat yang paling tinggi yang membuat mereka cenderung jatuh dalam hal kekuasaan. Bahkan ada Imam yang memiliki kekayaan yang begitu besar dan bahkan juga memiliki bisnis sendiri. Dari sini mereka lebih cenderung untuk mengelolah kekayaan mereka dari pada pelayanan pada umat dan Gereja.

Pendirian Komunitas Bruder keluarga Kudus seakan membawa sebuah perubahan, baik perubahan perspektif maupun pola pikir yang sudah berkembang, baik bagi umat katolik pada umumnya maupun bagi pihak Imam yang sudah jatuh dalam kekuasaan.

Bruder Gabriel Taborin (Inspirator selamanya)

Bruder Gabriel taborin selain menjadi pendiri yang memiliki peran yang paling penting dalam komunitas ini dia juga menjadi Anggota pertama Komunitas, menjadi seorang ayah dalam komunitas, dan juga menjadi inspirator. Perjalanan Bruder Gabriel taborin merupakan pengalaman hidup yang menjadi inspirasi dari setiap anggota komunitas bruder keluarga Kudus (FSF). Banyak hal yang begitu istimewa dalam diri Bruder Gabriel Taborin. Iman dalam dirinya yang berkembang sejak masa kecilnya, yang tidak terlepas dari didikan orang tuannya merupakan hal yang paling mendasar dalam kesuksesan pendirian Komunitas ditengah krisis dan kesulitan yang besar. Keberania dalam dirinya dalam menghadapi setiap kritikan, baik dari umat gereja maupun para Imam dan bagaimana dia memberi pelajaran bagi semua orang tentang arti sebuah kesetiaan merupakan pelajaran yang sangat berharga yang harus dihidupi dalam diri setiap bruder. Kerendahan hatinya yang begitu tinggi yang siap menerima berbagai kritikan dan saran dari orang-orang yang membantu pendirian Komunitas. Dan kesederhanaan yang dihidupi yang bertumpu pada kehidupan Keluarga Kudus di Nazareth. Berbagai hal inilah yang menjadi pegangan setiap Bruder dalam menghidupi dan menghayati penggilan mereka sebagai seorang Bruder.  

Dari berbagai pengalaman ini kita juga siap untuk menjadi seperti bruder Gabriel. Iman yang dimilki Bruder Gabriel harus menjadi dasar bagi kita yang merupakan anggota Komunitas Bruder keluarga Kudus. Keberanian yang dimiliki oleh Bruder Gabriel harus melekat dalam diri kita agar kita menjadi pelayan dan rekan kerja Allah yang siap menghadapi berbagai situasi dan kondisi dalam pelayanan dan karya kita. Kesetiaan yang dimiliki Bruder Gabriel Harus melekat dalam diri kita agar apa yang menjadi bagian dari kehidupan kita sekarang yakni menjadi anggota Komunitas Bruder Gabriel Taborin tidak akan terhenti ditengah jalan, tapi bertahan hingga nafas berhenti berhembus. Dan yang paling utama kita siap untuk menjadi orang-orang yang sederhana seperti pelindung komunitas ini yakni Keluarga Kudus Di Nazareth ditengah kehidupan dunia yang serba istant seperti apa yang Bruder Gabriel berikan kepada Komunitas ini.  

Bahwasannya Kehidupan Bruder Gabriel Taborin adalah inspirasi yang tidak akan tergantikan. Dia sudah mewariskan banyak hal bagi komunitas ini. Anggota Komunitas Bruder Keluarga Kudus Harus menghayati perjalanan dan pangalaman dari bruder Gabriel agar kehidupan panggilan menjadi seorang Bruder dihayati dan dihidupi dengan sepenuh hati. Dan pada akhirnya kita akan terus “berjuang untuk bertahan dan bertahan untuk berjuang”, seperti Bruder Gabriel Taborin yang sudah menjadi anggota pertama dari komunitas ini, sudah menjadi ayah dan inspirator selamanya.


 

 
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK SAHABAT YESUS: DARI BELLEY UNTUK DUNIA

PERAYAAN KAUL KEKAL