JEJAK SAHABAT YESUS: DARI BELLEY UNTUK DUNIA

 

JEJAK SAHABAT YESUS: 

DARI BELLEY UNTUK DUNIA

(By: Sales Men)

Revolusi Perancis yang berkecamuk telah memporak-porandakan kondisi daerah setempat bahkan kondisi dunia saat itu. Karena kondisi yang bergejolak itu pun kemungkinan kehidupan yang layak pun sungguh sangat mungkin untuk diperoleh saat itu. Bantuan-bantuan darurat yang diupayakan dari berbagai pihak pun tidak mampu untuk membendung keinginan para penguasa saat itu untuk berkuasa. Akibat dari peristiwa tersebut berbagai aspek kehidupan lumpuh bahkan hal tersebut dirasakan hingga peristiwa revolusi berlalu yang pada akhirnya memaksa para orang tua harus bekerja keras untuk membiayai kehidupan keluarga mereka sehari-hari. Dan hal ini pun mempengaruhi pola pikir para orang tua di Perancis bahwa hidup ini hanya untuk kerja, kerja dan kerja tanpa memikirkan dan memperdulikan proses pendampingan, pertumbuhan dan perkembangan kepada buah hati mereka, terutama dalam bidang pendidikan dan kerohanian.

Kehidupan anak-anak dan kaum muda saat itu sangat memprihatinkan pada saat dan setelah peristiwa bersejarah tersebut. Dunia telah melakukan berbagai cara untuk meyelamatkan kehidupan anak-anak dan para kaum muda namun kekuasaan para pengusa jauh lebih berkuasa sehingga banyak anak-anak dan kaum muda yang hidup tersisikan dan terlantar ditengah kehidupan saat itu meskipun banyak yang menyuarakan “anak-anak dan kaum muda adalah masa depan Gereja dan dunia”, tetapi hal itu tidak menyurutkan para penguasa untuk melakukan hal yang lebih kejam dari sebelumnya. Akan tetapi, hal itu tidak berlangsung lama sama seperti yang dikatakan oleh sang pejuang wanita Indonesia R.A. Kartini: “habis gelap terbitlah terang”.


Kehidupan anak-anak dan kaum muda akhirnya mulai menghirup udara segar setelah sang hamba Allah mulai berkarya ditengah seolah menjawab dan mengakhiri kemelut yang sedang terjadi di Perancis saat itu, Bruder Gabriel memulai karyanya di Belley dengan membantu dan mengangkat kembali derajat anak-anak dan kaum muda yang terlantar dengan berbagai usaha dan kerja kerasnya dan dengan dibantu oleh berbagai pihak, meskipun harus dengan memikul salib dia tidak takut dan gentar dia terus maju demi anak-anak dan kaum muda di Belley. Maka karena keteguhan hatinya ini, ia pun menjadi sahabat Yesus yang setia pada “janji-janji” yang telah ia ikrarkan bagi Gereja dan dunia.

Hingga akhirnya Belley tidak lagi terpenjara dan terkukung dalam suasana revolusi namun telah berusaha dan berani keluar dari zona merah tersebut dan menatap dengan mantab kehidupan dan cita-cita di masa depan berkat sahabat Yesus yang sejati ini dan bukan hanya untuk Belley, melainkan dari Belley untuk dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAYAAN KAUL KEKAL

Bruder Gabriel Sahabat Dalam Perjalanan